Panduan Proses Persiapan Pernikahan Secara Islami

Ternyata masih banyak orang menyepelekan urusan ini. Masih banyak orang menganggap pernikahan hanyalah merupakan persatuan 2 insan berbeda jenis. Padahal sebenarnya pernikahan merupakan persatuan 2 keluarga dan bukan hanya persatuan 2 insan semata.

Apabila kamu telah mengetahui dan menyadari bahwasannya pernikahan merupakan ikatan 2 keluarga yang terdiri dari pihak laki-laki dan pihak perempuan, maka kamu akan menjadi mampu melihat urusan ini secara lebih utuh serta tidak kaget saat sudah menjalaninya.

Kali ini akan dibahas penduan pernikahan untuk kamu yang sedang membaca dengan lengkap dan detail. Mulai dari proses ta’aruf atau perkenalan dengan calon pasangan, lalu menjalin hubungan dengan mertua sampai dengan hal-hal yang kebanyakan orang mengatakannya tabu yaitu hubungan intim.

Pastinya pembahasan yang akan kami sampaikan ini insya Allah tetap pada koridor yang syar’i. Baiklah kita langsung saja bahas.

Ta’aruf, Proses Kenalan dengan Calon Pendamping

proses pernikahan taaruf

Secara bahasa, ta’aruf artinya berkenalan. Pada hakikatnya berkenalan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan melakukannya sendiri, tapi tentu saja berkenalan sendiri bukanlah pilihan yang bijak. Akan terjadi munculnya fitnah dan dapat berpotensi mengurangi atau bahkan menghilangkan keberkahan yang seharusnya bisa didapatkan setelah menikah.

Maka, istilah ta’aruf ini yang lebih tepat adalah dengan adanya perantara atau mahram saat menjalani proses perkenalan dengan si dia.

Baca juga : Agar Pernikahanmu Meriah dengan Modal yang Pas-pasan

Dengan adanya perantara, maka suasana desir yang terjadi dalam dada setidaknya menjadi riuh-redam. Saat ada kabar dan membaca pesan SMS dari perantara, jantung kita menjadi berdegup. Huf! Hihi.

Dengan adanya perantara, maka kamu akan bisa menjaga suasana hati agar tetap wajar dengan calon pasangan kamu yang ada di sana.

Meningkatkan amalan, memperbanyak do’a dan terus menjaga komunikasi dengan perantara merupakan hal yang harus kamu lakukan secara konsisten.

Do’a yang pantas untuk dipanjatkan bukanlah do’a agar kamu berjodoh dengan dia, tapi meminta keberkahan pada setiap proses serta memohon petunjuk dan kemantapan hati.

Sholat dan Do’a Istikhoroh

berdoa selama proses taaruf
ummi-online.com

Rasulullah SAW menerangkan bahwa hendaknya seseorang melakukan sholat dan do’a istikhoroh saat dihadapkan dengan pilihan yang besar dan sulit.

Sholat ini dilakukan sebanyak 2 rakaat dan setelah selesai mengucapkan do’a berikut ini:

اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ. اَللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ -وَيُسَمَّى حَاجَتَهُ- خَيْرٌ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ فَاقْدُرْهُ لِيْ وَيَسِّرْهُ لِيْ ثُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ شَرٌّ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ فَاصْرِفْهُ عَنِّيْ وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِيْ بِهِ

“Ya Allah hamba memohon agar Engkau memilihkan mana yang baik menurut Engkau Ya Allah.

Dan hamba memohon Engkau memberikan kepastian dengan ketentuan-Mu dan hamba memohon kemurahan Tuhan yang Besar lagi Agung karena sesungguhnya Tuhan yang Berkuasa sedang hamba tidak tahu dan Tuhanlah yang amat mengetahui segala sesuatu yang masih tersembunyi.

Ya Allah, jika Tuhan mengetahui, bahwa persoalan ini (sebutkan permasalahan yang anda hadapi) baik bagi hamba, dan baik pula akibatnya bagi hamba, maka berilah perkara ini kepada hamba, dan mudahkanlah ia bagi hamba, kemudian berikanlah keberkahan bagi hamba, dan penghidupan hamba, dan jika tidak baik akibatnya bagi hamba, maka jauhkanlah ini dari hamba dan jauhkanlah hamba dari padanya.

Dan jadikanlah hamba orang yang rela atas anugrah-Mu.”

Lebih baik lagi jika do’a tersebut kamu hafalkan sehingga bisa kamu baca secara terus-menerus setiap selesai sholat selama proses ta’aruf berjalan, sehingga insya Allah kita akan mendapatkan hasil yang terbaik.

Profiling

profiling
revotas.com

Pada masa profiling ini, kamu dianjurkan untuk mencari informasi tentang calon pasanganmu lebih lanjut, bisa lewat akun sosial media atau dengan bertanya ke kerabat atau orang terdekatnya.

Baca Juga : Tips Supaya Pernikahanmu Awet dan Bahagia

Mulailah proses dengan menyerahkan biodata kamu kepada perantara ta’aruf supaya mereka dapat menyampaikannya ke si dia yang sudah kamu tetapkan. Kamu pun jua jangan lupa untuk meminta juga biodata si dia melalui perantara supaya bisa sama-sama beristikhoroh.

Kamu juga perlu untuk mengingat anjuran yang terdapat pada hadits ini

Rasulullah saw bersabda : “Rahasiakan pinangan, umumkanlah pernikahan (Hadits Riwayat Ath Thabrani)

Pinangan atau lamaran pernikahan diperintahkan untuk ditutupi atau dirahasiakan dan pastinya proses ta’aruf yang mendahului pinangan pun juga perlu untuk kamu rahasiakan. Selalu jaga kerahasiaan proses ta’aruf yang kamu lakukan sampai adanya pengumuman pernikahan yang pasti nanti.

Proses Melamar Calon Pendamping

proses melamar
abiummi.com

Apabila tanggapan dari kedua pihak sudah positif, kamu tidak perlu ragu lagi untuk menyampaikan keseriusan dengan cara melakukan khitbah atau lamaran.

Pihak keluarga besar dari pihak laki-laki melakukan silaturahim ke pihak perempuan untuk mendampingi pihak laki-laki dalam menyatakan lamarannya. Karena sudah dikondisikan dan sama-sama memliki tanggapan yang positif dari kedua pihak, insya Allah proses lamaran bisa berjalan lancar dan lamaran akan diterima.

Jangan lupa sepakati waktu tanggal menikah saat di acara lamaran ini dan pastinya diikhtiarkan agar sesuai target awal. Apabila kedua keluarga ingin diadakan acara yang cukup besar, bisa dikondisikan agar setidaknya bisa diselenggarakan akad nikah terlebih dahulu dan walimahnya bisa menyusul setelahnya.

Proses Persiapan Pernikahan

persiapan pernikahan
idazdekorasi.com

Komunikasikan dengan calon pasangan tentang segala hal yang diperlukan dalam proses pernikahan seperti dalam menyiapkan undangan serta penyebarannya, berapa banyak anak yatim serta dari panti asuhan mana yang ingin diundang untuk diberi santunan, menyiapkan segala jamuan, dekorasi dan hal lainnya yang penting untuk dikoordinasikan.

Baca Juga : Alasan Moment Pernikahan Seringkali Moment orang tua Bukan Mempelai

Ini dia 11 tips persiapan pernikahan yang sesuai syariat Islam

1. Ijab Kabul dan Mahar

Proses ini merupakan sesuatu yang sangat penting dalam pernikahan.

Ijab qabul itu merupakan pernyataan sesuatu kepada lawan bicara dan lawan bicara menerima pernyataan tersebut. Sedangkan mahar merupakan penyerahan mas kawin dari mempelai pria untuk mempelai wanita.

Supaya pernikahan dapat berjalan dengan sederhana, sebaiknya dalam pemberian mahar tidak ditentukan patokan baik itu dalam segi nilai atau jumlahnya.

Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik mahar adalah yang paling ringan.” (HR. Al-Hakim dan Ibnu Majah).

2. Minimalisir Tradisi dalam Pernikahan, Resepsi Tidak Boleh Campur Baur

Usahakan supaya adat-adat pernikahan yang tidak sesuai aturan Islam untuk dihilangkan. Jika kamu menginginkan pernikahan yang Islami, maka harus melihat apakah itu pernikahan yang kamu persiapkan sesuai dengan ajaran Islam atau tidak.

Jangan lupa saat acara pernikahan berlangsung, tamu laki-laki dan tamu perempuan harus kamu pisah dan jangan sampai terjadi campur baur.

3. Meriahkan Acara Pernikahan dengan Musik-Musik Islami

Untuk memeriahkan acara pernikahanmu, tidak ada salahnya untuk membuatnya lebih meriah dengan adanya musik. Kamu bisa memilih musik-musik Islami seperti nasyid. Banyak sekali nasyid Islami yang memiliki lirik dan musik yang bagus.

4. Memilih Souvenir

Souvenir pernikahan merupakan hal yang dapat membuat pernikahanmu menjadi berkesan. Kamu bisa memilih yang unik serta bermanfaat yang mungkin berbeda dengan souvenir-souvenir pernikahan pada umumnya. Contoh souvenir yang unik dan bermanfaat adalah souvenir bibit tanaman atau lainnya.

Leave a Comment